Anak-anak juga didorong menjadi mitra aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dengan berani menyampaikan pendapat, saling menjaga, serta berperan dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan.
Lebih lanjut, melalui sambutan yang dibacakan Kadisdik Kalteng, dijelaskan bahwa tema HAN 2026 diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gemas #RANA). Gerakan ini mengintegrasikan berbagai upaya, mulai dari pencegahan kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, keamanan ruang digital, hingga respons cepat terhadap kasus kekerasan.
Semangat tersebut diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) dengan tagline “Sayang Anak, Sayang Indonesia” sebagai gerakan kolaboratif untuk membangun budaya perlindungan anak di seluruh Indonesia.
Menteri PPPA juga mengingatkan bahwa investasi terbesar bangsa bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi pembangunan kualitas anak-anak Indonesia. Dengan bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, bangsa Indonesia sedang membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Mengakhiri sambutannya, Menteri PPPA mengajak seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, lembaga pendidikan, komunitas, keluarga, serta anak-anak Indonesia untuk menjadi bagian dari Gerakan BERLIAN.

