Palangka Raya, lintasberita1.com – Dalam upaya melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah terus memberikan dukungan kepada usaha mikro, kecil dan menengah. UMKM merupakan penopang utama perekonomian Indonesia. UMKM menjadi salah satu sektor yang terdampak di tengah pandemi COVID-19. Ati Mulyati, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, mengatakan pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional Kebanggaan Buatan Indonesia (GNBBI) untuk mendukung UMKM Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

“Dalam mendukung GNBBI, Dinas Koperasi dan UKM selaku instansi pembina pemberdayaan usaha mikro telah dan akan melaksanakan berbagai gerakan diantaranya gerakan reformasi koperasi serta pengembangan dan Penguatan Pelaku UMKM”, kata Ati Mulyati, Sabtu (19/3/2022).

Ati Mulyati mengutarakan Koperasi dan UKM sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan yang memberikan kontribusi terhadap Perekonomian Daerah terutama disaat pandemi tentunya membutuhkan dukungan kebijakan/keberpihakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta Stakeholders lainnya. Program yang akan dilaksanakan diantaranya Penguatan Kelembagaan Koperasi dan UMKM yakni gerakan reformasi koperasi (reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan) reformasi koperasi sebagai upaya memperbaiki kinerja dan kualitas koperasi dengan mengembangkan koperasi modern dan koperasi berbasis komunitas. Modernisasi Koperasi yang bertujuan terwujudnya transparansi, kriteria koperasi modern mulai dari daftar anggota berbasis elektronik, manajemen yang profesional, RAT Online, standar Akuntansi yang transparan dan Akuntabel, orientasi usaha berbasis model bisnis, telah memiliki offtaker/pasar dan telah memanfaatkan teknologi/digital.

“Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 21 sampai dengan 26 Maret 2022, akan melaksanakan Pelatihan Transformasi Digital Menuju Koperasi Modern, adapun peserta terdiri dari pengelola KSP dan KSU dari Kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya, Seruyan dan Kotawaringin Barat” ucap Ati.