Di Kabupaten Kapuas, sebanyak 930 rumah tangga menerima bantuan pemasangan listrik baru yang tersebar di 13 kecamatan dan 47 desa. Program BPBL ini diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat kurang mampu dan sudah termasuk paket yang terdiri dari titik lampu, kotak stop kontak, instalasi yang layak operasi dan bersertifikat, sambungan ke KWH meter 900 VA, dan Token Perdana senilai Rp200.000,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menyampaikan bahwa Jambore PSKS merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan tali silaturahmi dan keakraban antar relawan sosial PSKS se-Kalteng. Ia menekankan pentingnya penguatan peran pilar-pilar sosial, khususnya dalam membantu masyarakat dalam mengakses fasilitas program dan bantuan sosial yang diberikan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Selain itu, ia juga menggarisbawahi perlunya peningkatan komunikasi, koordinasi, dan sinergi, khususnya dalam konteks mitigasi bencana.
“Kegiatan silaturahmi PSKS ini juga menjadi momen strategis untuk terus memperjuangkan hak dan perlindungan anak tanpa diskriminasi dalam rangka melaksanakan program “Anak Terlindungi Daerah Perbatasan Indonesia”. Saya sarankan agar program kegiatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dilaksanakan secara sinergis dan berkelanjutan. Kepedulian kita terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat tidak boleh setengah-setengah, karena hal ini akan membahayakan kelangsungan pembangunan dan kemajuan bangsa di masa mendatang,” katanya.

