“Kami sangat mengapresiasi langkah BPS. Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan ekonomi dan sosial. Data yang akurat dari sektor ini akan memperkuat arah kebijakan pembangunan,” ungkap Reza.
Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis data akan sangat membantu dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual, terutama untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Kejar Paket sangat efektif bagi anak-anak putus sekolah, sekaligus menjadi sarana menekan angka pernikahan usia anak. Ini bukan sekadar pendidikan, tapi investasi sosial jangka panjang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga melaporkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palangka Raya telah menunjukkan tren positif, dengan angka harapan lama sekolah mencapai 8,6 tahun—tertinggi di Kalimantan Tengah. Hal ini dinilai sebagai modal penting dalam mendorong sektor pendidikan menjadi motor pembangunan daerah.
Audiensi antara Disdik Kalteng dan BPS Kalteng ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan, guna menghasilkan data pendidikan yang akurat, komprehensif, dan relevan bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. *#TIM#* www.lintasberita1.com
MMC KALTENG

