1. Penguatan Infrastruktur TIK

  • Bantuan Starlink,

  • Panel surya,

  • TV interaktif dan Smart Board untuk pembelajaran digital.

2. Integrasi Platform Pembelajaran Digital

  • E-learning,

  • Aplikasi ujian berbasis online,

  • Sistem manajemen sekolah digital.

3. Peningkatan Literasi Digital

  • Pelatihan coding,

  • Pemanfaatan AI dalam pembelajaran,

  • Pengembangan smart class.

Transformasi digital ini mampu memperluas akses pendidikan hingga wilayah terpencil serta meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Kalteng.

Siswa kini lebih mudah mengakses sumber belajar global dan meningkatkan kompetensi digital, sehingga berdampak pada kualitas hasil belajar dan daya saing lulusan di pasar kerja. Literasi digital juga memberi dampak positif terhadap kesadaran kesehatan masyarakat, berkontribusi pada naiknya usia harapan hidup.

Kemajuan digitalisasi pendidikan Kalteng semakin kuat dengan adanya apresiasi nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara terbuka menyebut bahwa Kalteng “mendahului pusat”.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Gebyar Pendidikan Unggul Muhammadiyah di UMPR, Jumat (9/5/2025).

“Saya sangat berbahagia bisa hadir dan mendengarkan langsung paparan Bapak Gubernur. Program pendidikan di Kalimantan Tengah bukan hanya sejalan dengan arah kebijakan Presiden dan Kementerian, tetapi sudah lebih dulu dilaksanakan,” kata Mu’ti.

Ia mencontohkan implementasi Smart Class dan Smart Board di SMKN 3 Palangka Raya.
“Kalimantan Tengah sudah mendahului kami di tingkat nasional. Ini patut menjadi contoh bagi daerah lain,” tegasnya.

Mendikdasmen juga memuji program kuliah gratis untuk 10.000 mahasiswa kurang mampu serta bantuan pendidikan Rp2,4 juta bagi siswa tidak mampu.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan apresiasi atas pengakuan tersebut.

“Penghargaan dari Mendikdasmen menjadi motivasi besar bagi kami untuk memperluas digitalisasi pembelajaran. Semua ini hasil komitmen kuat Gubernur H. Agustiar Sabran untuk memastikan tidak ada anak-anak Kalteng yang tertinggal pendidikan,” ujarnya.

Reza menegaskan, kebijakan pendidikan Kalteng selalu berpihak pada masyarakat tidak mampu. Tahun ini, Pemprov juga menyiapkan pembangunan tujuh unit sekolah baru, termasuk sekolah khusus di Kabupaten Katingan.

“Kami akan terus memperluas revitalisasi sekolah dan digitalisasi hingga pelosok, pedalaman, dan penjuru Kalteng,” paparnya.

Ia menutup dengan ajakan untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah.
“Kolaborasi ini harus terus berlanjut demi mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkarakter di Bumi Tambun Bungai.” *#TIM#* www.lintasberita1.com