Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Keberhasilan guru-guru Kalteng meraih penghargaan nasional tidak lepas dari inovasi pembelajaran yang mereka kembangkan di sekolah masing-masing. Dalam silaturahmi bersama Disdik Kalteng, Rendi Indiwara dan Dina Fahdiani memaparkan konsep dan praktik inovatif yang mengantarkan mereka menjadi figur inspiratif tingkat nasional.
Rendi Indiwara, Guru SMKN 1 Kasongan, menjelaskan bahwa pendekatan vokasi di sekolahnya diperkuat melalui program PKDS Berkah, salah satu dari 13 program transformasi pendidikan Kalteng. Murid-muridnya dilatih melakukan pengukuran kualitas air Sungai Katingan sebagai proyek pembelajaran langsung di lapangan.
“Anak-anak bisa keluar dari zona pelanggaran tanpa izin dengan kegiatan produktif seperti mengukur kualitas air. Dari situ mereka bahkan bisa menciptakan peluang kerja. PKDS sangat membantu menumbuhkan keterampilan, terutama di unit koperasi sekolah,” jelas Rendi.
Sementara itu, Dina Fahdiani memaparkan keberhasilan SMAN 1 Katingan Hulu dalam mengembangkan program ketahanan pangan berbasis pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran.
“Tanaman sayur kami panen 4 sampai 5 kali setahun—pakcoy, sawi pahit, kangkung. Itu kami jadikan media kolaboratif kulikuler,” ujarnya.
Dampak inovasi tersebut terasa langsung oleh masyarakat. Hasil panen sekolah telah dipasarkan secara daring, bahkan sering habis dipesan dua hari sebelum panen.
Dina juga menilai program Kelas Digital Huma Betang dan pelatihan LMS sangat membantu meningkatkan kemampuan manajerialnya.
“Dari LMS Huma Betang, saya belajar banyak hal untuk menyusun manajemen sekolah berbasis data,” ujarnya.
Kedua pendidik ini menegaskan bahwa ekosistem pendidikan Kalteng—yang dibangun melalui digitalisasi pembelajaran, PKDS Berkah, Kelas Digital Huma Betang, dan pelatihan guru—menjadi fondasi penting yang mendorong tumbuhnya inovasi di sekolah. *#TIM#* www.lintasberita1.com

