Inflasi Kalteng Turun Menjadi 7,10%
Lebih lanjut Magfur menyatakan bahwa cabai rawit, cabai merah dan bawang putih terus menurun seiring dengan peningkatan stok dan masa panen di Jawa. Daging sapi dan daging ayam juga turut stabil dikarenakan upaya operasi pasar murah dan pasar penyeimbang.
“Berdasarkan data inflasi Kalimantan Tengah dari bulan Januari hingga Oktober, Bahan Bakar Rumah Tangga merupakan komoditas yang paling sering menjadi 10 besar penyumbang inflasi, dengan andil inflasi yang cukup besar yakni 0,07%. Hal ini juga disusul dengan komoditas beras yang memiliki komoditas dengan rata-rata andil terbesar, dan cukup sering menjadi penyumbang inflasi terbesar, yaitu sebanyak 7x dari 10 bulan terakhir,” imbuhnya.
Sebagai informasi, pada Oktober tahun 2022 ini, Provinsi Kalteng berada di urutan empat setelah Provinsi Sumatera Barat, NTT, dan Kalimantan Selatan, dengan nilai inflasi sebesar 7,10%. Turut hadir Kepala BPS Prov. Kalteng Eko Marsoro, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Kalteng Amrullah, Kepala Biro Perekonomian Said Salim, TPID Kota Palangka Raya, serta sales area manager Kalselteng PT. Pertamina Patra Niaga.
www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)

