“Selain membentuk sistem kekebalan dalam tubuh, imunisasi lengkap ini juga dapat menjadi pelengkap gizi sibayi. Dengan begitu, tubuh mereka akan terlindungi dari berbagai serangan virus,” terangnya.
Lanjut Ruselita berpesan kepada masyarakat juga harus memahami, dengan adanya masukan serta dukungan dari para ahli gizi di setiap Posyandu ataupun Puskesmas, dapat mempercepat pemahaman serta pemenuhan gizi keluarga dengan pangan yang sesuai dan tepat.
Karena menurutnya, tidak ada kata tidak bisa dalam memenuhi ketersediaan pangan khususnya gizi. Dimana kita ketahui bersama Kalteng merupakan suatu wilayah yang subur dan kaya akan pangan. Hanya saja, cara pandang masyarakat pada umumnya tentang pangan dan asupan gizi masih kurang, sehingga diperlukan kontribusi dari ahli para gizi.
“Untuk memenuhi gizi keluarga tidak harus mahal, namun sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu seputar pengetahuan tentang gizi yang standar atau baik untuk dikonsumsi,” tuturnya.
Disisi lain, ia juga menilai bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas setelah kesehatan. Untuk hidup aman dan produktif dibutuhkan gizi yang seimbang, khususnya ketahanan pangan keluarga.
www.lintasberita1.com *#TIM#*

