Sementara itu, Amalia Adininggar Widyasanti, Pj Kepala Badan Pusat Statistik, dalam paparannya menyampaikan bahwa komponen volatil memiliki kontribusi yang relatif signifikan pada Februari 2024 dibandingkan komponen lainnya.
Ia menyatakan perlu mewaspadai kemungkinan berlanjutnya inflasi komponen harga yang fluktuatif pada Maret 2024 akibat peningkatan permintaan selama Ramadan.
Ia menjelaskan, kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di luar Pulau Jawa dan Sumatera terjadi di Kabupaten Bone Bolango yang nilai IPH-nya mencapai 10,64%.
“Komoditas penyumbang kenaikan IPH terbesar di 10 daerah tersebut didominasi oleh cabai rawit, beras, dan cabai merah,” ujarnya.
Saat dibahas dalam Rakor, Yuas menyatakan Provinsi Kalimantan Tengah masih aman karena masuk dalam 10 besar provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia.
Yuas menyatakan, Pemprov Kalteng berupaya mengendalikan inflasi dengan berpegang pada arahan baik pemerintah pusat maupun Gubernur Kalteng. Hal ini mencakup penerapan Pasar Murah dan Pasar Perimbangan yang berkelanjutan, serta mendorong inisiatif seperti gerakan menanam sayuran dan cabai.
Selain itu, lanjutnya, penting juga bagi masyarakat untuk memiliki akses terhadap pangan seperti beras untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Dia menyimpulkan, stok beras kita masih banyak, yakni di Bulog sebanyak 5.184 ton.

