Status quo telah membawa pada berbagai masalah kesehatan yang tak kunjung reda diantaranya para ibu dan bayi yang harus wafat selama proses kehamilan dan melahirkan, balita berperawakan pendek akibat stunting yang harus kehilangan potensi kecerdasan seumur hidupnya, masyarakat tua dan muda yang menderita bahkan wafat akibat penyakit menular seperti tuberculosis, HIV, malaria maupun akibat penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Suyuti mengatakan Indonesia terus melakukan perbaikan agar pandemi Covid-19 menjadi terkendali. Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 telah menurun drastis, dari puncaknya di bulan Juli 2021 yang mencapai 56.000 kasus per hari, hingga kini berada di kisaran 500 kasus per hari. Keterisian tempat tidur Covid-19 juga kini sangat rendah di kisaran 3%.
“Kita patut bersyukur, namun juga tetap waspada. Sebentar lagi kita menyambut libur Natal dan tahun baru. Ingat, Covid-19 masih ada di tengah kita. Melalui pengalaman yang lalu, kita belajar bahwa lonjakan kasus terjadi setelah libur panjang. Ketika banyak orang berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan handai taulan, di sanalah Covid-19 menyebar”, pungkasnya.
Suyuti mengingatkan agar tetap disiplin memakai masker, segera melakukan vaksin bagi yang belum, menggunakan aplikasi PeduliLindungi ketika ada di ruang publik, dan tetap menjalankan testing & tracing pada orang yang bergejala dan kontak erat.

