Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah melalui UPT Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPB-TPH) menerima peserta magang dari SMK Negeri 1 Katingan Kuala dan Universitas Palangka Raya (UPR).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran UPT sebagai pusat informasi, pelatihan, dan edukasi teknologi perbenihan bagi masyarakat, khususnya dalam penerapan sistem hidroponik yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, Selasa (9/9/2025).
Kepala UPT BPPB-TPH, Isnawati, menjelaskan bahwa program magang ini dilaksanakan dengan durasi berbeda sesuai ketentuan dari pihak sekolah dan universitas. Peserta magang dari SMK menjalani praktik selama enam bulan, sementara mahasiswa UPR selama tiga bulan.
“Kegiatan praktik seperti ini menjadi sarana penting bagi generasi muda untuk memahami teknologi pertanian modern, seperti kultur jaringan dan hidroponik. Sistem hidroponik sangat efektif karena hemat lahan, hemat air, serta mampu menghasilkan sayuran yang lebih higienis, sehat, dan berkualitas. Kami ingin peserta magang mendapatkan pengalaman nyata agar bisa mengembangkan ilmu ini di masyarakat,” ujar Isnawati.
Para peserta magang melaksanakan praktik pindah tanam bibit pakcoy menggunakan sistem hidroponik di lahan UPT BPPB-TPH, Jl. Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya. Salah satu peserta magang, Jastana Jariah, menjelaskan proses kegiatan tersebut.
“Bibit pakcoy yang awalnya disemai di media rockwool, kemudian dipindahkan ke dalam netpot dan ditempatkan pada lubang-lubang pipa hidroponik,” tuturnya.
Proses ini juga diamati oleh peserta magang lainnya sebagai bentuk pembelajaran langsung di lapangan, dengan pendampingan dari Kepala Seksi Perbenihan Bibit/Benih Hortikultura Goalter Zoko, serta fungsional Pengawas Benih Tanaman Yabahba dan Anik Sumiani.
Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung inovasi pertanian berkelanjutan.
“Hidroponik dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan pekarangan, terutama di kawasan perkotaan. Masyarakat bisa menanam sayuran segar sendiri tanpa memerlukan lahan luas, sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Melalui praktik tanam hidroponik ini, para peserta magang tidak hanya memperoleh ilmu teknis, tetapi juga pemahaman tentang pentingnya inovasi pertanian berkelanjutan,” ujar Rendy.
Dengan keterlibatan generasi muda, Rendy berharap sistem hidroponik semakin dikenal luas dan diterapkan di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, sehingga mampu mendorong pertanian yang lebih modern, produktif, dan ramah lingkungan. *#TIM#* www.lintasberita1.com

