Lebih lanjut, Bambang berharap, kepada Kementerian Pertanian atau Kementan RI untuk dapat menangkap peluang dari hasil panen petani di Kabupaten Pulpis dan Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng).

Bambang mengungkapkan, berdasarkan hasil panen disana menunjukan adanya potensi untuk memacu hasil produksi per hektarnya. Artinya, kata Bambang, para petani memiliki peluang untuk bisa panen sekitar 9 ton /hektar (ha).

“Hasil panen petani saat ini bervariasi, kisaran 3,5 – 9 ton / ha, berdasarkan hasil panen ini menunjukan adanya potensi untuk memacu hasil produksi per ha nya, artinya ada peluang bisa panen 9 ton / ha,” tegas dia.

Bambang menuturkan, selain membuka sawah baru Kementerian Pertanian seharusnya dapat memacu produksi tiap hektar sawah petani melalui bimbingan teknis atau bimtek.

Bambang menegaskan, bahwa melalui bimtek para petani nantinya akan memahami bagaimana cara memacu produksi pada yang optimal melalui pemilihan benih berkualitas dan cocok.

“Kementan semestinya menangkap peluang ini selain membuka sawah baru juga memacu produksi tiap ha sawah petani melalui bimtek agar petani memahami bagaimana memacu produksi padi secara optimal mulai pemilihan benih yang berkualitas dan cocok, pengolahan lahan yang baik serta perlakuan tanaman yang sesuai dengan karakter benih seperti contoh petani di Tahai yang mampu produksi 9 – 10 ton / ha,” pungkas Bambang. *#TIM#* www.lintasberita1.com