Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Muhammad Reza Prabowo mengungkapkan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan merevitalisasi hampir 100 sekolah di Kalimantan Tengah pada tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian besar pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai.

Hal itu disampaikan Muhammad Reza Prabowo saat ditemui awak media usai pelantikannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah definitif di Istana Isen Mulang, Selasa (26/5/2026).

Menurut Reza, rencana revitalisasi sekolah tersebut merupakan dampak positif dari kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. Ia menyebut, kunjungan tersebut membawa berbagai dukungan bagi pengembangan sektor pendidikan di daerah.

“Untuk revitalisasi sekolah itu alhamdulillah, kemarin kami kedatangan Bapak Wakil Menteri Pendidikan dan banyak membawa berkah bagi Kalimantan Tengah. Mendekati 100 sekolah yang akan direvitalisasi pada tahun 2026 ini,” ujar Reza Prabowo.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap sekolah-sekolah yang diusulkan menerima program revitalisasi. Karena itu, daftar final sekolah penerima bantuan belum dapat diumumkan secara rinci.

Reza berharap jumlah sekolah yang memperoleh revitalisasi terus bertambah, khususnya untuk jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di Kalimantan Tengah. Namun, ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap peningkatan kualitas SD dan SMP.

“Mohon doanya supaya semakin banyak sekolah-sekolah kita di Kalimantan Tengah yang bisa direvitalisasi, khususnya di satuan pendidikan SMA, SMK, dan sekolah khusus. Harapannya, SD dan SMP juga semakin membaik,” katanya.

Ia menambahkan, program revitalisasi sekolah tersebut akan tersebar di berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah. Khusus untuk SMK, jumlah sekolah yang direncanakan menerima revitalisasi mencapai hampir 70 sekolah.

“Di SMK saja sudah mendekati sekitar 70 sekolah yang akan direvitalisasi. Itu cukup banyak dan jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perhatian Bapak Presiden terhadap dunia pendidikan di Kalimantan Tengah sangat luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa penentuan sekolah penerima revitalisasi dilakukan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dipadukan dengan platform pendidikan daerah bernama Pena Kalteng. Dari data tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi sekolah berdasarkan tingkat kerusakan maupun kebutuhan prioritas.

“Kita melihat klasifikasi sekolah yang mengalami kerusakan ringan, kerusakan berat, hingga yang menjadi prioritas penanganan. Semua berdasarkan data yang terukur,” jelasnya.

Selain ruang belajar, perhatian pemerintah juga diarahkan pada kebersihan dan sanitasi sekolah, khususnya fasilitas toilet. Menurut Reza, Agustiar Sabran dan Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kondisi sanitasi di lingkungan pendidikan.

“Pak Presiden dan Pak Gubernur menginginkan toilet-toilet sekolah lebih bersih, lebih baik, dan lebih nyaman. Karena salah satu indikator sekolah yang sehat dan layak dapat dilihat dari kebersihan toiletnya,” tegasnya.

Reza Prabowo menyebutkan, hasil akhir terkait jumlah sekolah yang akan menerima program revitalisasi diperkirakan mulai terlihat pada Juli 2026, setelah seluruh proses verifikasi dan validasi selesai dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah. *#TIM#* www.lintasberita1.com