Kedua kegiatan ini diikuti oleh oleh lebih dari 250 inovator yang berasal dari 23 negara meiliputi Indonesia, Malaysia, Taiwan, Romania, Hongkong, China, Philipines, Sri Lanka, Kroasia, USA, Kanada, Polandia, Jordania, Maroko, Jepang, Turki, Ukraina, Vietnam, Korea Selatan, Mesir, India, Australia, dan Thailand.
Tim dari UPR diuji oleh juri Mohd Mustafa Al Bakri Abdullah PhD AAE MMSET (Professor in Construction Materials of Universiti Malaysia Perlis) dari Malaysia dan Dr Ir Rini Nur Hasanah ST MSc IPM (Head of the Electrical Power Engineering Group at the Electrical Engineering Department of Universitas Brawijaya) dari Indonesia.
Tim dari UPR tersebut mempersiapkan segala hal seperti membuat Poster, File Power Point, Video Presentasi dan Full Paper selama kurang lebih satu bulan. Proses penjurian dilakukan dengan melakukan presentasi terlebih dahulu selama 5 menit kemudian tanya jawab selama 10 menit di depan Juri melalui media Zoom Meeting.
“Dalam kompetisi tersebut, tim UPR membawakan inovasi berupa pembuatan geopolimer dari abu layang yang dihasilkan dari PLTU Pulang Pisau untuk material konstruksi dengan judul Transformation of Fly Ash from Pulang Pisau Power Plant to Geopolymer Concrete as Building Construction Material,” Katanya.
Penggunaan abu layang dari PLTU Pulang Pisau ini diharapkan dapat menjadi inovasi untuk memanfaatkan limbah-limbah yang dapat berbahaya bagi lingkungan.

