Palangka Raya – lintasberita1.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah gelar pertemuan dengan Komisi X DPR RI yang membidangi Kepemudaan yang di pimpin oleh Wagub Edy Pratowo di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (9/2/2023).
Wakil Gubernur Edy Pratowo menyampaikan sambutan Gubernur Kalteng menyambut baik Komisi X DPR RI, Ini adalah pertemuan untuk mendapatkan ide dari pemangku kepentingan dan pemuda di berbagai daerah tentang bagaimana melaksanakan kegiatan terkait kepemudaan dan membantu merencanakan Rancangan Besar Kepemudaan Nasional.
Edy Pratowo menyampaikan kita semua sepakat bahwa masa depan bangsa kita bergantung pada pemuda. Kita perlu memastikan bahwa program-program pembinaan pemuda kita seefektif mungkin sehingga mampu menciptakan generasi yang tangguh dan mampu menjawab tantangan masa depan, kita semua harus memiliki visi yang sama untuk mencapai tujuan pembangunan pemuda kita, sehingga kita perlu mendukung Grand Design Pemuda Nasional.

Pada tahun 2022, terdapat 688.352 pemuda di Provinsi Kalimantan Tengah atau 25,04% dari jumlah penduduk. Sebagian dari anak muda ini berada pada kelompok usia 16-30 tahun. Berdasarkan data Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga, terdapat 83 OKP di tingkat Provinsi dan 242 OKP di tingkat Kabupaten/Kota.
Pemprov Kalteng berupaya meningkatkan pembinaan kepemudaan dengan dukungan anggaran dalam APBD Prov. Dinas Pemuda dan Olahraga. Mereka berharap pertemuan hari ini dapat memberikan kontribusi positif untuk memajukan pembangunan pemuda nasional dan daerah, sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang maju dan besar.
Ketua Tim/Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi Kepemudaan, Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan, tantangan terbesar dalam mencapai bonus demografi yang diharapkan pada tahun 2030 bukanlah usia, melainkan produktif atau tidak produktifnya generasi muda. Dikatakannya, saat ini sekitar 65 juta anak muda bermukim di Indonesia, dan jika kita ingin mencapai bonus yang diharapkan, tantangan terbesarnya adalah membuat mereka tertarik untuk menjadi aktivis.

Jumlah pemuda di Provinsi Kalimantan Tengah cukup banyak, dimana sekitar 25% berada pada kelompok usia 16-30 tahun. Berdasarkan informasi dari Bidang Pengembangan Kepemudaan, terdapat 83 OKP di tingkat provinsi dan 242 OKP di tingkat kabupaten/kota.
Pemerintah provinsi di Kalimantan Tengah berupaya meningkatkan pembinaan pemuda dengan menyediakan anggaran untuk mendukung tujuan tersebut. Beberapa tantangan terbesar yang dihadapi provinsi ini termasuk pekerjaan, keterampilan, kesehatan, dan kesetaraan gender.
Komisi X tertarik untuk mendalami persoalan besar yang dihadapi pemuda di Kalteng, agar lebih memahami pentingnya mendukung sektor ini. Berdasarkan penelitian ini, kami yakin negara harus memberikan prioritas yang lebih tinggi kepada kaum muda dalam hal membelanjakan uang pembayar pajak.
Dalam pertemuan tersebut, Forkopimda, Ketua OPD, mewakili Kapolda Kalteng, dan Danrem, perwakilan organisasi kepemudaan Kajati juga hadir. Turut hadir pula KNPI, BEM, dan perwakilan Mahasiswa dari Kalteng. *#TIM#* www.lintasberita1.com

