“Bersama shalawat insyaallah Indonesia selamat dan menyelamatkan bangsa lain, amin. Bersama shalawat insyaallah kita tetap kuat, kokoh, mandiri dan tidak kenal resesi yang telah terjadi. Karena itu kita berdoa dan berikhtiar semoga Indonesia selamat dan menyelamatkan,” terang Gus Muhaimin.
Gus Muhaimin mengaku sudah lama mengikuti kemasyhuran Mafis di bawah pimpinan Gus Ali Gondrong. Mulanya ia mengenal Mafis di Instagram.
“Saya mengikuti terus perjalanan Gus Ali ini, awalnya saya tahu Gus Ali dari Instagram. Suatu hari mungkin Gus Ali lupa, saya sedang umrah dan DM-DMan dengan Gus Ali. Beliau bilang Gus, tolong logo Mafia Shalawat fotoen nek arepe Kabah, lalu saya foto. Waktu itu belum seterkenal hari ini, sekarang mafia shalawat sudah terkenal, mugo-mugo gak lali karo aku,” ungkap Gus Muhaimin.
Sementara itu, Gus Ali Gondrong pun merasa senang bisa bersua dengan Gus Muhaimin, terlebih momen itu terjadi di Ponpes Sunan Pandanaran. Ia ingat pesan pendiri Ponpes Sunan Pandanaran, almarhum KH. Mufid Mas’ud 2006 yang memintanya untuk mengunjungi ponpes tersebut.
“Saya malam ini ndredeg, suara saya berat, karena saya teringat permintaan Almarhum (Kiai Mufid). 2006 saya ketemu Mbah Yai Mufid di Purworejo di haulnya Kiai Baidhawi, kata beliau Gus, ke Pandanaran, itu 2006, subhanallah ini 2022 baru kesampaian, berkahe Gus Muhaimin Iskandar ini,” ungkap Gus Ali.

