Orang nomor satu di Kalteng itu juga meminta agar terus merawat nilai-nilai luhur kearifan lokal, dengan fondasi falsafah “Huma Betang”.
“Terakhir, hendaknya kita selalu memupuk rasa kebersamaan, solidaritas, dan sinergisitas antar elemen bangsa, baik Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, serta seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan, bergotong-royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928, bersama-sama bersatu untuk membangun kemajuan dan kejayaan Indonesia.
“Kita harapkan bersama, Jambore ini dapat dilaksanakan rutin setiap tahunnya, sebagai salah satu wadah pembinaan pemuda pemudi Kalteng, agar semakin terasah kekuatan fisik, mental spiritual, keberanian, kepemimpinan, dan jiwa sosial, serta memupuk rasa persaudaraan mereka,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur memberikan 100 buah doorprize kepada peserta Jambore berupa umroh bagi yang muslim dan perjalanan rohani bagi yang non muslim.
Sementara itu salah seorang peserta Jambore asal Kabupaten Kotawaringin Barat Fitria menyampaikan, kemajuan pendidikan di Kalteng sudah sangat baik dengan adanya berbagai program di antaranya Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), asesmen bakat minat, Pena Berkah, dan yang lainnya.


