Sang Nenek kemudian bertanya orang yang menyambanginya siapa, dengan mengucap syukur sembari berdoa.
“Bapak siapa? Terimakasih banyak, semoga banyak rejeki,” sahut sang nenek.

Gubernur Sugianto kemudian berjalan lagi dan mengetuk pintu barak, yang dibuka oleh lansia sekitar 80 tahunan.
Nenek Lili, begitu nama sapaan akrab beliau oleh warga dan RT setempat yang saat itu ikut mendampingi Gubernur. Nenek Lili pun menyambut kedatangan Gubernur dengan sedikit rasa malu, karena hanya berbaring dengan tambahan alat bantu pendengaran.
Melihat itu, Gubernur Sugianto langsung merogoh kantungnya dan menyerahkan uang tunai untuk keperluan sang Nenek selama Ramadhan.
“Nenek istirahat aja lagi, kalau kondisi tidak sanggup puasa, sebaiknya Nenek tetap menjaga kondisi saja. Tolong pak RT bantu pantau kondisi Nenek ya, kami juga melalui Dinas Sosial untuk memantau kondisi beliau,” ujar Sugianto.
Selanjutnya saat hendak berbalik arah, Gubernur Sugianto menyambangi Lansia yang sedang memasak nasi dengan kompor seadanya, meskipun kondisinnya terlihat tidak cukup kuat.
“Kondisi beliau kasian. Nanti kami dari Dinas Sosial juga memantau, termasuk juga PKK untuk dapat membantu makanan siap saji untuk disalurkan ke tiga nenek ini. Kita upayakan secara bertahap untuk warga kita yang kurang mampu, untuk dibantu,” ucap Sugianto.

