Selain melaksanakan pasar murah dan pasar penyeimbang, Pemprov. Kalteng juga melakukan aksi Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai (GERTAM BABE) BERKAH untuk jangka menengah dan jangka panjang, yang akan dimulai pada lokasi Jalan Tjilik Riwut km. 38 dengan luas lahan ± 30 hektare.
“Sedangkan untuk jangka pendek, memberikan subsidi dengan nilai total 1 miliyar rupiah kepada kelompok tani penghasil komoditi pemicu inflasi antara lain, beras lokal (karau/pera, pulen), cabai, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras,” katanya.
Orang nomor satu di Kalteng ini berharap seluruh anggota TPID memberi perhatian lebih pada upaya menjaga dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Kalteng.
“Insya Allah kami yakin dengan partisipasi aktif seluruh stakeholder dapat memberikan hasil yang nyata dan apa yang menjadi upaya bersama ini dapat menekan harga di pasaran menjadi lebih stabil, yang pada akhirnya inflasi kita menjadi terkendali,” pungkasnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Kalteng H. Nuryakin selaku Ketua TPID Prov. Kalteng dalam laporannya mengatakan Pemprov. Kalteng telah menyediakan 30.000 paket sembako yang akan disalurkan ke 14 kabupaten/kota se-Kalteng dengan harga jual ke masyarakat sebesar Rp50.000/paket, terdiri dari beras 5 kg, gula 1 kg dan minyak goreng 1 liter yang apabila sesuai harga pasar harganya Rp. 108.000.


