“Sehubungan dengan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung mulai 17 Oktober 2022, selama 21 hari ke depan,” tambahnya.

Gubernur juga menambahkan bahwa Pemprov. Kalteng selain memberikan bantuan paket sembako sebanyak 40.000 paket yang akan didistribusikan dengan dukungan Korem 102/Panju Panjung dan Polda Kalteng, nantinya akan ditambah dengan beras yang juga melalui Korem dan Polda Kalteng, masing-masing sebanyak 100 ton.

“Bantuan untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Katingan, Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau akan didistribusikan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, sedangkan bantuan untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara akan didistribusikan oleh Korem 102/Panju Panjung,” turunya.

Pada kesempatan itu, dilaksanakan juga penandatanganan berita acara serah terima bantuan dari Kepala Pelaksana BPBPK Prov. Kalteng Falery Tuwan kepada Kepala Seksi Operasi Korem 102/Pjg Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani berupa paket sembako sebanyak 20.000 paket. Masing-masing paket dengan nilai Rp150.000.- terdiri dari beras premium 5 kilogram, mie instan 90 gram 10 bungkus, kopi sachet 10 bungkus, dan biskuit 2 bungkus. Total bansos yang diserahkan senilai Rp3.000.000.000,-.