Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng HM Wahyudie F. Dirun menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Gubernur Kalimantan Tengah kepada NU selama ini. Disebutkannya bahwa Klinik NU mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupa 7 unit alat cuci darah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Gubernur Kalimantan Tengah kepada NU selama ini. Di dalam Klinik pertama yang diresmikan hari ini kami juga mendapat 7 unit alat Hemodialisa, alat cuci darah, dari Pemprov Kalteng yang sudah siap sejak lama karena memang terbentur dengan izin klinik ini”, ungkap Wahyudie.

Lebih lanjut dijelaskan Wahyudie bahwa sampai saat ini pihak Klinik NU belum memiliki izin operasional cuci darah. Sementara ini, pihak Klinik NU akan bekerja sama dengan Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya untuk mengupayakan operasional cuci darah tersebut.

“Apabila klinik pertama ini sudah operasional, kami akan segera mengkerjasamakan 7 alat cuci darah itu dengan Rumah Sakit Doris Sylvanus. Klinik pertama ini belum bisa melaksanakan operasional cuci darah karena memang izinnya tidak untuk itu, sehingga kami mengkerjasamakannya dulu tetapi tentunya nanti akan kami urus untuk kelengkapan izin cuci darah di klinik kita ini”, jelas Wahyudie.

Wahyudie juga menceritakan rencana NU Kalteng kedepannya dalam pembangunan fasilitas pendidikan. “Kami juga memiliki gedung yang cukup representatif di kawasan Pusat Pendidikan NU di Jalan RTA Milono. Dan memang di sana sebagai Pusat Pendidikan, dan sekarang masih berproses kita lagi gencar mengurus izin Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama dan itu masih berproses. Dan kami juga sedang membentuk tim untuk Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta Nahdlatul Ulama. Nah jadi nanti di sana sekaligus untuk kampus ITS NU dan STAI NU”, ujar Wahyudie.