“Kuncinya harus proaktif dan jangan pasif,” ucap Leo.

Seperti yang sudah disampaikan Presiden Joko Widodo, Indonesia dikenal sebagai negara produsen produk perikanan terbesar kedua di dunia, namun potret ekspor produk perikanan Indonesia masih diperingkat ke 13 dunia. Maka dari itu Prov. Kalteng mempunyai peluang pasar ekspor yang masih terbuka dan potensinya sangat besar yaitu produk perikanan lokal Kalteng.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Prov. Kalteng H. Darliansjah saat menyampaikan laporannya/Foto/Tim/lintasberita1.com

Seperti diketahui, Prov. Kalimantan Tengah memiliki panjang pantai 703,91 km dengan potensi laut 94.500 km2. Produk perikanan lokal Kalimantan Tengah memiliki keunggulan memiliki keragaman dan keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Hasil perikanan lokal Kalimantan Tengah yang sangat diminati oleh negara importir antara lain ikan hias botia, ikan saluang, ikan betutu atau bakut, tanaman air atau tanaman air, ikan toman, ikan sapu sapu, ikan lais, baung pisces dan ikan Julung. Ikan Julung. . Banyak negara yang sangat tertarik dengan ikan lokal di Kalimantan Tengah antara lain Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand, Hongkong, Jerman, Perancis, China, Amerika Serikat, Korea termasuk Inggris dan Republik Ceko. Leonard S. Apung juga mengingatkan bahwa dimulainya ekspor hasil kelautan dan perikanan tidak hanya seremonial, tetapi juga momentum kebangkitan ekspor Kalteng yang berkelanjutan, yang berujung pada peningkatan nilai ekspor, yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan daerah.