Ia juga menegaskan empat pilar utama yang harus dimiliki oleh setiap ASN dan PPPK, yakni: Attitude atau perilaku yang baik, Karakter dan tanggung jawab dalam bekerja, Pola pikir pelayanan publik, serta Kompetensi dan keahlian teknis yang mumpuni.
Gubernur kembali mengingatkan agar seluruh ASN menjunjung nilai-nilai ASN BerAKHLAK, menjauhi praktik negatif seperti narkoba, pungutan liar, korupsi, judi online, hingga radikalisme.
“Nilai-nilai Pancasila dan semangat Huma Betang harus menjadi fondasi. Tidak boleh ada diskriminasi dan perpecahan. Kita harus bersatu demi Kalteng yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Menanggapi arahan Gubernur, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan perubahan yang digaungkan.
“Kami siap menjadi bagian dari upaya mewujudkan SDM yang berdaya saing dan berkarakter. Pendidikan di Kalteng harus hadir secara setara, efektif, dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menyambut Indonesia Emas 2045 dengan semangat toleransi dan keberagaman.
“Generasi muda Kalimantan Tengah harus menjadi tuan di tanahnya sendiri, dibentuk oleh nilai-nilai belom bahadat dan semangat nasionalisme,” tambah Reza.
Apel Besar ini ditutup dengan prosesi saling bersalaman dan bermaafan antar pegawai sebagai simbol kebersamaan, solidaritas, dan kekompakan dalam melanjutkan tugas pelayanan kepada masyarakat.

