Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran, memberikan arahan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di provinsi Kalteng.
Dalam rapat di Bundaran Talawang, Minggu (12/1/2024), ia memaparkan beberapa inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat infrastruktur daerah. Rencana penambahan APBD menjadi Rp20 triliun tersebut juga menjadi peluang pemekaran provinsi ke depan.
“Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, kemungkinan pemekaran provinsi di Kalteng bisa menjadi kenyataan,” ujarnya.
Dalam pertemuan ini, Gubernur Sugianto Sabran menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung inisiatif keberlanjutan. Ia menyoroti perlunya berkolaborasi dengan Gubernur baru menyusul keputusan KPU. Inisiatif ini mencerminkan optimisme pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memperkuat peran Kalimantan Tengah sebagai pusat utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Selain itu, inisiatif pemerintah pusat seperti pengembangan lumbung pangan seluas satu juta hektare, pengembangan sapi perah, dan hilirisasi produk akan diintegrasikan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Gubernur menargetkan APBD Kalteng mencapai Rp15-20 triliun pada 2030. Ia juga mengusulkan agar diselenggarakan kegiatan olahraga bersama secara rutin.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, juga menyuarakan dukungannya terhadap visi ambisius ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan ekonomi harus sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan. Gubernur menyampaikan apresiasinya atas meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga.
“Kami di Dinas Pendidikan siap bersinergi mendukung program Gubernur, terutama dalam memastikan akses pendidikan yang lebih merata, termasuk di wilayah-wilayah yang akan dibuka jalannya. Pendidikan yang berkualitas akan menjadi pondasi utama untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang dapat mendukung kemajuan daerah,” ucap Reza Prabowo.
Salah satu inisiatif utama yang dibahasnya adalah pembangunan dan pengalihan jalan sepanjang 360 kilometer yang melintasi tiga kabupaten di Kalimantan Tengah. Program ini bertujuan untuk menyediakan akses ke daerah terpencil sekaligus meningkatkan potensi ekonomi lokal. Ia juga memastikan bahwa inisiatif strategis ini akan didistribusikan secara merata di semua kabupaten, termasuk Daerah Aliran Sungai Barito yang akan menjadi pusat pengembangan sapi perah. Distribusi ini dimaksudkan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang seimbang di wilayah Barat, Timur, dan Tengah Kalimantan Tengah. *TIM#* www.lintasberita1.com

