Palangka Raya, lintasberita1.com – Pembangunan Pangan atau Food Estate Kalteng (FE Kalteng) dimulai pada tahun 2020 dan berlanjut hingga saat ini. Pembangunan yang dilakukan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dilakukan secara bertahap terkait dengan kebutuhan kesesuaian dan kesiapan lahan, petani dan infrastruktur pengelolaan air di lokasi untuk dikembangkan. Keputusan Kalteng untuk Program Food Estate tidak muncul secara tiba-tiba, namun melalui proses yang panjang. Program Food Estate yang merupakan gagasan visioner Gubernur Kalteng H. Sugiant Sabran, diajukan langsung kepada Presiden Joko Widodo Republik Indonesia dalam rapat terbatas yang diselenggarakan di Gedung DPR RI tahun 2017.

“Program Strategis Nasional Food Estate di Kalimantan Tengah akan memberikan multiplier effect bagi semua sektor, peningkatan kesejahteraan petani hingga penyerapan tenaga kerja, yang pada akhirnya menjadi daya ungkit perekonomian di Kalimantan Tengah. Peluang ini harus ditangkap dan dijalankan serius dan fokus dengan melibatkan stakeholders terkait dan pemberdayaan masyarakat lokal” Ujar Guberrnur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran di Palangka Raya.

Program Strategis Nasional (PSN) yang dipercayakan kepada Provinsi Kalimantan Tengah oleh pemerintah pusat tentunya tidak hanya didasarkan pada ketersediaan lahan yang cukup luas, namun juga dengan pertimbangan matang dari segala aspek. Pandemi COVID-19 yang masih terlibat dan belum tahu kapan akan berakhir, menjadi jawaban untuk memprediksi krisis pangan yang bisa terjadi jika pandemi COVID-19 berlanjut, bahkan mungkin menjadi strategi pemerintah. Mungkin. Di sisi lain, dengan penetapan ibu kota negara baru di Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur. Provinsi tetangga yang berbatasan langsung dengan ibu kota negara harus mempersiapkan diri dengan baik, apalagi Provinsi Kalimantan Tengah berada pada posisi axial/tengah.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran Yakin bahwa program Food Estate di Kalteng bisa menciptakan kedaulatan pangan /Foto/Tim/lintasberita1.com

Seperti diketahui, kawasan food estate Kalimantan Tengah merupakan kawasan pasang surut rendah dan berawa, yang berarti air relatif/cukup tersedia sepanjang tahun, namun memerlukan infrastruktur dan pengelolaan air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman untuk ditumbuhkan. Dengan demikian, untuk pengembangan wilayah pangan di Kalteng dilakukan secara bertahap dan terukur agar dapat mencapai hasil yang dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat dan tujuan dari produksi pangan adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah.

Kegiatan yang dilakukan di kawasan kompleks pangan Kalteng berupa intensifikasi lahan di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Intensifikasi lahan adalah suatu kegiatan untuk pengembangan pertanian pada lahan pertanian yang tersedia bagi petani, dimana dalam jenis kegiatan ini negara memberikan bantuan berupa pengelolaan lahan dan kapasitas produksi (benih, pupuk, pembenah tanah dan pestisida) sesuai dengan rekomendasi.

Kegiatan intensifikasi yang dimulai tahun 2020 dan dilanjutkan pada tahun 2021, telah dilaksanakan pada luasan lebih dari 42 ribu hektar. Produksi pada lokasi pengembangan tahun 2020 pada luasan lebih dari 29 ribu hektar mencapai 114.611 ton GKG, sedangkan pada lokasi pengembangan tahun 2021 pada luasan lebih dari 13 ribu hektar mencapai 47.589 ton GKG. Hasil produksi gabah kering giling dari lokasi intensifikasi lahan tahun 2020 maupun tahun 2021, adanya kenaikan produksi jika dibandingkan dengan produksi sebelum adanya kegiatan intensifikasi lahan food estate  Kalteng. Kenaikan produksi tersebut mencapai 15,3% untuk produksi tahun 2020, dan sebesar 11,5% untuk produksi tahun 2021. Pencapaian lainnya adalah peningkatan indeks pertanaman pada lokasi-lokasi tertentu yang meningkat sekitar 37%.

Pada tahun 2022  lokasi yang dikembangkan dan  memasuki musim panen. Saat ini pada Kecamatan Bataguh dengan luas sawah 3.677 ha di beberapa lokasi sawah sedang panen diantaranya di Desa Terusan Mulya, Terusan Karya, dan Terusan Makmur. Lokasi yang telah dipanen seluas 420 ha dengan varietas padi hibrida yang hasilnya per hektar mencapai 7 ton per ha. Sawah di Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur juga telah mulai memasuki musim panen pada bulan   Maret ini.

Lokasi lainnya yang sudah mulai panen adalah di Poktan Sri Makmur, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu pada hamparan dalam kelompok seluas 84 hektar padi inbrida varietas Inpari 32 dan Inpari 33 yang menghasilkan produksi sekitar 7,8 ton/hektar.            Di tempat lain seperti Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu juga sudah mulai memasuk musim panen.

“Kita bicara fakta bukan asumsi, ada pihak yang meragukan keberhasilan food estate, bahkan meragukan keseriusam pemerintah provinsi menanganai food estate, jangan melempar retorika, disini kita turun ke lapangan memantau setiap saat, bukan membaca laporan di belakang meja” Kata Sugianto sabran beberapa waktu lalu.

Pernyataan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran tentu sangat beralasan, sejak awal pembangunan food estate di Kalimantan Tengah, puluhan Menteri Kabinet Indonesia Maju sudah menginjakkan kaki di Kawasan food estate untuk meninjau langsung. Keseriusan pemerintah pun sangat terlihat jelas dengan kehadiran Presiden Joko Widodo di Kawasan food estate Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau 8 Oktober 2020 silam. Dilansir dari pemberitaan republika.co.id (9/10/20), Jokowi menyebut bahwa food estate di Kalimantan Tengah akan menerapkan kombinasi model bisnis cakupan pertanian dalam arti luas. Jokowo juga menyebut, bahwa keberhasilan food estate percontohan  Kalimantan Tengah nantinya akan di replikasi daerah lain.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtkultura dan Peternakan saat ini  sedang menyiapkan penangkaran benih padi inbrida di Kabupaten Pulang Pisau seluas 113 ha dan Kabupaten Kapuas 308 hektar yang terdiri dari benih Inpara 3, Inpari 33, Inpari 32, Inpari 36, Inpari 37 Inpari 42 dan Inpari 1R Nutri Zink. Total benih yang dapat dihasilkan mencapai 1.100 ton,  yang dapat memenuhi kebutuhan benih di Provinsi Kalimantan Tengah untuk musim tanam April-September 2022, sehingga dapat menjadikan Kalimantan Tengah mandiri benih padi inbrida. Menariknya, lokasi penangkaran benih ini adalah pada lahan petani yang mendapatkan program food estate tahun 2020/2021 yang lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtkultura dan Peternakan Riza Rahmadi menyebut bahwa  pengembangan food estate  Kalteng melalui kegiatan intensifikasi lahan memiliki fokus pada peningkatan produktivitas lahan, indeks pertanaman dan produktivitas hasil. Dengan dasar pelaksanaan kegiatan pada lahan petani, maka petani menjadi subjek dari pembangunan/pengembangan food estate  Kalteng, dan tentu saja menjadi pihak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

“ Petani adalah subjek bukan objek, petani lah yang mendapatkan manfaat besar dari program food estate, karena memang itu konsep bapak Gubernur sedari awal, mulai melangkah dari peningkatan kesejahteraan petani, dengan kesejahteraan yang meningkat akan mampu menumbuhkan produktivitas yang tinggi, dan pada akhirnya program ini akan berkontribusi mensejahterakan rakyat Kalimantan Tengah” tutur Riza.

Program food estate ini juga ditujukan pada kegiatan multi komoditas di lahan petani yang bertujuan untuk menghasilkan berbagai produk pertanian selain beras, dan tentunya lebih mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian dan dari penjualan tersebut. Produk yang akan meningkatkan pendapatan petani. Berbagai komoditas telah dikembangkan termasuk tanaman hortikultura (buah dan sayuran) yang ditanam di atas 450 hektar, hingga 55.000 itik dan lebih dari 140.000 pohon kelapa tua. Hasil peternakan itik yang dikelola oleh kelompok beranggotakan 500 orang rata-rata dapat menghasilkan 8.573 butir telur itik per bulan, yang dijual oleh peternak dalam bentuk telur segar dan telur asin.

Oleh karena itu, dengan semakin produktifnya lahan, peningkatan produksi beras secara bertahap dan produksi produk pertanian multi komoditas, hasil program food estate Kalimantan Tengah akan lebih realistis untuk kesejahteraan petani dan mendukung peningkatan ketahanan pangan daerah yang akan meningkatkan kesejahteraan petani. tentunya juga menciptakan kedaulatan pangan nasional.

www.lintasberita1.com *#TIM#*