H. Sugianto Sabran menyebut bahwa langka-langkah menghadapi inflasi daerah bukan hanya dalam jangka panjang, tapi saat ini diperlukan pula langkah antisipasi jangka pendek seperti menyelenggarakan operasi pasar bawang merah dan cabai rawit, serta komoditas lainnya bekerja sama dengan BULOG, gerakan nasional pengendalian inflasi pangan yakni Sakuyan (seribu) Lombok se Kalteng, pemberian subsidi biaya transportasi serta penguatan komunikasi belanja bijak untuk menjaga masyarakat dan menahan perilaku konsumtif.

Kendalikan Inflasi Daerah Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran Instruksikan Wali Kota dan Bupati Ambil Langkah Strategis dan Konkret
Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, Ketua TP-PKK Prov. Kalteng Ivo Sugianto Sabran serta Sekretaris Daerah Prov Kalteng H. Nuryakin saat menyerahkan bantuan sosial kepada 37 anak terlantar dalam asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anal Prov. Kalteng di Kabupaten Barito Selatan/Foto/Tim/lintasberita1.com

Sebagaimana diketahui,  andil inflasi sepanjang Januari hingga Juli 2022 disebabkan pangan (kelompok makanan, minuman dan tembakau), dikarenakan  beberapa faktor diantaranya pengaruh cuaca yang tidak menentu, serangan hama pada padi, kenaikan harga pupuk dan pakan ternak. Sementara pada non pangan disebabkan karena adanya kenaikan harga minyak dunia.

Sehari sebelumnya Sekretaris Daerah H. Nuryakin memimpin  rapat Evaluasi TPID terhadap inflasi Kalteng Bulan Agustus tahun 2022, bertempat di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (2/9/2022).

H. Nuryakin mengatakan bahwa inflasi/deflasi Kalteng Bulan Juli terhadap Agustus tahun 2022. Inflasi tahun kalender 2022 yakni Bulan Juli 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 4,71 persen. Sedangkan, inflasi tahun ke tahun yakni Bulan Juli 2022 terhadap Juli 2021 sebesar 6,79%. Sementara itu, inflasi tahun kalender 2022 yakni Bulan Agustus 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 4,70 persen. Sedangkan, inflasi tahun ke tahun yakni Bulan Agustus 2022 terhadap Agustus 2021 sebesar 6,94%.