Menurutnya, ketercukupan gizi memiliki pengaruh besar terhadap konsentrasi, daya tahan tubuh, serta prestasi akademik siswa. Dinas Pendidikan, lanjut Reza, siap bersinergi dengan berbagai instansi dalam pelaksanaan dan pengawasan program MBG di sekolah-sekolah.

“Kami akan memastikan bahwa sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program ini siap secara administratif dan teknis. Program ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari investasi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Sebagai informasi, dapur SPPG MBG direncanakan akan dibangun secara bertahap di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Untuk tahap awal, tiga lokasi telah ditetapkan, yaitu di Palangka Raya, Gunung Mas, dan satu titik lainnya yang masih dalam tahap finalisasi.

Langkah ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pusat dan daerah dalam menjamin hak dasar anak-anak atas gizi seimbang, sekaligus mendukung transformasi pendidikan yang lebih holistik di Kalimantan Tengah. *#TIM#* www.lintasberita1.com

MMC KALTENG