PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, menyoroti kebutuhan rehabilitasi bangunan dan penambahan fasilitas pelayanan di Puskesmas Tangkiling, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya.
Hal tersebut disampaikan Faridawaty saat melakukan kunjungan dalam rangka reses perseorangan Anggota DPRD Provinsi Kalteng ke Puskesmas Tangkiling, Kamis (27/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerap berbagai aspirasi dari pihak puskesmas, termasuk kebutuhan rehabilitasi bangunan, pembangunan ruang rawat inap, hingga penambahan sarana penunjang pelayanan kesehatan.
Faridawaty mengatakan kondisi bangunan Puskesmas Tangkiling membutuhkan perhatian serius agar fasilitas yang tersedia dapat mendukung pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.
“Puskesmas Tangkiling membutuhkan rehabilitasi bangunan yang rusak dan pembangunan ruang rawat inap. Kebutuhan anggarannya kurang lebih Rp9 miliar agar sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan, sehingga Puskesmas Tangkiling dapat menjadi puskesmas kota dengan standar pelayanan kesehatan yang baik,” kata Faridawaty.
Menurut Faridawaty, kebutuhan ruang rawat inap menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditindaklanjuti. Pasalnya, aktivitas pelayanan di Puskesmas Tangkiling cukup tinggi dengan jumlah pasien yang mencapai sekitar 40 hingga 50 orang setiap hari.
Selain pelayanan rutin, Puskesmas Tangkiling juga memiliki unit gawat darurat (UGD) yang beroperasi selama 24 jam. Puskesmas tersebut juga menerima pasien rujukan dari luar kota sehingga kebutuhan terhadap fasilitas pelayanan yang lebih memadai dinilai semakin penting.
Faridawaty menilai pembangunan ruang rawat inap akan memperkuat kemampuan Puskesmas Tangkiling dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, puskesmas tersebut belum memiliki fasilitas rawat inap, sementara kebutuhan pelayanan terus berkembang.
Ia menyebut bangunan utama Puskesmas Tangkiling telah berdiri sejak 2007 dengan luas lahan sekitar 1.300 meter persegi. Karena itu, pembenahan dan pengembangan fasilitas perlu dilakukan secara terencana agar mampu menunjang pelayanan kesehatan dalam jangka panjang.
Selain rehabilitasi bangunan dan pembangunan ruang rawat inap, pihak puskesmas juga menyampaikan kebutuhan ambulans air. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan, terutama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses transportasi melalui jalur air.
Kebutuhan lainnya adalah peningkatan fasilitas ruang obat. Menurut Faridawaty, sarana penunjang pelayanan medis perlu diperhatikan secara menyeluruh, termasuk fasilitas untuk pengelolaan dan penyediaan obat.
Dari sisi sumber daya manusia, Puskesmas Tangkiling juga masih menghadapi kebutuhan penambahan tenaga kesehatan. Saat ini tersedia dua dokter berstatus PNS, satu PPPK dan satu tenaga yang disebut dalam aspirasi sebagai “Counter”. Sementara kebutuhan tenaga kesehatan yang disampaikan mencapai 14 orang, ditambah satu fisioterapis medis dan satu terapis psikologis.
Faridawaty mengatakan pemenuhan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, keberadaan tenaga dengan kompetensi yang beragam dibutuhkan untuk menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa usulan pengembangan Puskesmas Tangkiling sebelumnya telah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Faridawaty berharap usulan tersebut dapat memperoleh perhatian dan ditindaklanjuti melalui sinergi Pemerintah Kota Palangka Raya dan pemerintah pusat.
“Usulan ini sudah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Kami meminta agar dapat dibantu untuk didorong realisasinya, sehingga kebutuhan Puskesmas Tangkiling ini dapat ditindaklanjuti dari Pemerintah Kota ke Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Dalam reses tersebut, Faridawaty juga menerima aspirasi terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi tenaga kesehatan di puskesmas. Ia menyebut TPP Puskesmas saat ini dibayarkan sebesar 63 persen dari nasional dan berharap persentase tersebut tidak mengalami penurunan.
Menurutnya, apabila memungkinkan, besaran TPP dapat ditingkatkan sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan UGD selama 24 jam.
Faridawaty berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut dapat menjadi bahan tindak lanjut pemerintah, sehingga peningkatan fasilitas, sumber daya manusia, dan kesejahteraan tenaga kesehatan di Puskesmas Tangkiling dapat berjalan secara bertahap sesuai kebutuhan. *#TIM#* www.lintasberita1.com

