Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk mengoptimalkan Sungai Kapuas Murung sebagai jalur transportasi berbagai komoditas di wilayah tersebut. Visi ini telah digagas sejak tahun 2003, saat Provinsi Kalimantan Tengah diakui sebagai penyumbang “emas hijau” (kayu) bagi bangsa. Namun, kontribusi ini tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian daerah, karena sumber daya alam tersebut sebagian besar diekspor melalui Kalimantan Selatan yang merupakan pintu keluar utama sumber daya alam dari Kalimantan Tengah. Begitu pula sektor pertambangan di wilayah Barito, Kalimantan Tengah, yang sebagian besar mengekspor melalui Provinsi Kalimantan Selatan.
Hal ini terjadi karena kondisi jalur pelayaran, khususnya Sungai Kapuas Murung, yang saat ini belum dapat dilalui oleh kapal-kapal besar. Akibatnya, tongkang-tongkang yang mengangkut sumber daya alam dari perusahaan-perusahaan swasta besar di Kalimantan Tengah cenderung memilih jalur Sungai Barito. Akibatnya, sumber daya alam yang berasal dari Kalimantan Tengah tidak tercatat di wilayah itu sendiri.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah Yulindra Dedy dalam rapat di kantornya, Kamis (09/09/2024) mengatakan, di tahun 2024 ini, di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo, telah terjadi kemajuan yang signifikan. Ia mengatakan, seluruh pembangunan dilakukan melalui skema kerja sama pembangunan dengan melibatkan pihak swasta atau yang biasa disebut Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yang artinya tidak hanya mengandalkan pendanaan dari APBN atau APBD. Dedy juga menyebutkan, Kementerian Perhubungan telah menetapkan sebagai pemrakarsa pengoperasian Ship to Ship (STS) pada tahun 2023. Selain itu, seluruh persyaratan administratif yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pun telah terpenuhi. Ke depannya, kebijakan terkait menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.
“Kita bersyukur komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengoptimalkan alur pelayaran Sungai Kapuas Murung saat ini sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan, penyiapan dokumen kajian dan berbagai langkah administratif lainnya untuk pelaksanaan Ship to Ship System (STS) di muara Sungai Kapuas Murung sudah rampung. Saat ini proses optimalisasi alur sungai dari Pelabuhan Rangga Ilung Kabupaten Barito Selatan hingga Muara Kapuas Kabupaten Kapuas sedang berjalan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) berupa konsesi kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan Badan Usaha Pelabuhan yang ditunjuk sebagai pemrakarsa kegiatan, tinggal menunggu evaluasi dari BPKP untuk pelaksanaan selanjutnya,” ungkapnya.
Dampak positif dari optimalisasi Sungai Kapuas Murung sebagai jalur transit komoditas di Kalimantan Tengah, disertai peningkatan alur Sungai Kapuas dari Pelabuhan Rangga Ilung di Kabupaten Barito Selatan hingga Muara Kapuas di Kabupaten Kapuas, serta terbangunnya operasi Ship to Ship di Muara Kapuas—bagian dari strategi daerah utama—meliputi hal-hal berikut: mengurangi kemacetan lalu lintas kapal dan ketergantungan pada alur Sungai Barito (di Kalimantan Selatan) dengan meningkatkan jalur pelayaran dan melaksanakan inisiatif Ship to Ship di Muara, sehingga memungkinkan kapal berukuran di atas 5.000 GT untuk mengarungi alur Sungai Kapuas Murung; mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah, khususnya melalui munculnya opsi pembiayaan inovatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD); menciptakan multiplier effect baru dengan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan permintaan tenaga kerja, khususnya di kalangan masyarakat Kalimantan Tengah; dan mendorong keterlibatan sektor swasta dalam investasi, pengembangan fasilitas, dan layanan logistik. Yulindra Dedy kemudian menyampaikan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang bertugas membantu Gubernur dalam melaksanakan kewenangan desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang perhubungan, tengah berupaya semaksimal mungkin agar program strategis daerah ini dapat segera digulirkan. Selain itu, dalam waktu dekat, Dinas Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mempercepat proses tersebut.
“Kami juga mohon dukungan semua pihak agar seiring berjalannya waktu, impian pembukuan mandiri hasil ekspor Kalimantan Tengah dapat segera terwujud dan menghasilkan multiplier effect baru seiring dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

