Ia menjelaskan, program Pesona Tambun Bungai dikemas dalam tiga pilar utama yang dikenal dengan konsep 3E, yakni Exhibition (Pameran), Education (Edukasi), dan Empowerment (Pemberdayaan).

Melalui pilar Exhibition, Bank Indonesia memfasilitasi berbagai produk unggulan seperti kriya, wastra, kuliner, hingga kopi hasil binaan Bank Indonesia dan dinas terkait guna memperluas akses pasar UMKM lokal. Sementara pada pilar Education dan Empowerment, masyarakat dan pelaku usaha akan mendapatkan edukasi mengenai literasi keuangan digital, pemahaman risiko transaksi, hingga pengembangan kapasitas produk agar UMKM Kalimantan Tengah mampu naik kelas dan menembus pasar ekspor.

Menariknya, kegiatan Pesona Tambun Bungai 2026 tidak hanya menyasar pelaku usaha konvensional, tetapi juga melibatkan berbagai komunitas masyarakat. BI Kalteng turut menggandeng generasi muda melalui kompetisi olahraga basket dan seni barista kopi.

Selain itu, pengembangan ekosistem syariah juga menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Program tersebut diwujudkan melalui digitalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) yang berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional, serta program sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) menjelang Hari Raya Iduladha yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dan Universitas Islam Negeri Palangka Raya.