Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah menilai pemerataan tenaga kesehatan dan guru masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah pedalaman. Ketimpangan distribusi tenaga profesional dinilai berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan dasar masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyanto, mengatakan pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar masyarakat di daerah terpencil tidak terus tertinggal dalam akses kesehatan dan pendidikan.

“Kita harus memastikan pemerataan tenaga medis dan guru berjalan efektif, karena mereka adalah ujung tombak pelayanan dasar,” ujarnya, Minggu (12/10/2025).

Ia menuturkan, minimnya fasilitas dan sulitnya akses membuat banyak tenaga kesehatan maupun pendidik enggan bertugas di daerah pedalaman.

“Fasilitas yang tidak memadai membuat tenaga profesional enggan bertugas di pedalaman, dan kondisi ini harus segera dibenahi,” tegasnya.

Untuk mengatasi hal itu, Sugiyanto mendorong pemerintah daerah menyiapkan skema insentif serta fasilitas pendukung yang lebih baik bagi tenaga kesehatan dan pendidikan yang ditempatkan di wilayah terpencil.

“Pemberian insentif dan fasilitas yang layak akan meningkatkan minat tenaga profesional untuk mengabdi di wilayah pedalaman,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar sebagai penunjang utama kelancaran pelayanan publik.

“Infrastruktur seperti jalan dan transportasi sangat berpengaruh terhadap aktivitas pelayanan kesehatan dan pendidikan,” tambahnya.

Sugiyanto berharap, evaluasi yang dilakukan pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih efektif agar pelayanan dasar dapat dinikmati masyarakat secara setara di seluruh wilayah.

“Harapan kami, tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam pelayanan dasar demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com