Palangka Raya – www.lintasberita1.com – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti kasus penggunaan dan pengendara narkoba yang ada di Bumi Tambun Bungai, terutama yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng Bidang Hukum, Pemerintah dan Keuangan Toga Hamonangan Nadeak pun memberi pandangannya.

Toga Hamongan Nadeak berpendapat, Kalteng kini menghadapi tantangan besar dalam memberantas peredaran narkoba.

Sebagai salah satu jalur masuk bagi narkoba dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat masalah ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Menurutnya, status darurat Narkoba di Kalteng tidak hanya mempengaruhi keamanan masyarakat, tetapi juga berdampak pada pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

“Terutama yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk itu perlu penanganan masalah narkoba harus dilakukan secara bersama-sama, dengan kebijakan yang terencana dan strategis,” katanya, Kamis (12/12/2024).

Seperti yang telah terungkap dalam berbagai operasi penangkapan, dijelaskannya narkoba yang beredar di Kalteng seringkali berasal dari luar provinsi.

Letak geografis Kalteng yang berbatasan langsung dengan provinsi lain diyakini menjadikannya salah satu titik rawan bagi peredaran narkoba.

Fenomena ini, ditegaskan politisi Nasdem Kalteng ini menunjukkan bahwa Kalteng menjadi salah satu target pasar bagi sindikat narkoba.

“Hal ini menjadikan upaya pemberantasan Narkoba di Kalteng menjadi lebih kompleks, memerlukan kolaborasi antara berbagai pihak, baik di tingkat daerah hingga nasional,” ucapnya.

Menyelesaikan permasalahan narkoba di Kalteng, dikatakan Toga Hamonangan Nadeak memerlukan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Perlu ada peningkatan koordinasi antara aparat kepolisian, Bea Cukai, BNN serta instansi terkait lainnya untuk memantau pergerakan barang dan orang yang mencurigakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan masyarakat setempat juga perlu diberdayakan dengan informasi yang lebih baik mengenai bahaya narkoba.

Tidak kalah pentingnya, kampanye anti-narkoba, pendidikan, dan pelatihan keterampilan akan membantu masyarakat untuk menghindari godaan narkoba dan mengurangi ketergantungan pada kegiatan ilegal.

“Pemerintah daerah perlu menetapkan kebijakan yang mendukung pemberantasan narkoba, seperti program rehabilitasi bagi pecandu narkoba, serta memberikan hukuman yang tegas bagi pelaku penyelundupan dan peredaran narkoba,” tutup Toga Hamonangan Nadeak. *#TIM#*

TribunKalteng