PALANGKA RAYA,lintasberita1.com – DPRD Kalteng meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan kayu gelondongan yang terkadang melebihi kapasitas, serta perlunya pendataan tenaga kerja asing yang berkualitas dan optimal di provinsi ini.
“Ada sejumlah titik jalan di provinsi ini yang terdampak, dan diduga kuat angkutan kayu melebihi kapasitas atau melebihi 8 ton,” kata Wakil Presiden Kalteng Republik Demokratik Kongo, Abdul Razak, kata Jumat, 11 Februari. , 2022.
Dia mengatakan, saat ini pemerintah sedang berupaya membangun jalan untuk memperlancar arus lalu lintas di provinsi tersebut. Namun sayangnya, ada pedagang kayu yang mengangkut kayu melebihi tonase sehingga mengakibatkan kerusakan jalan.
Dia mengingatkan sekaligus meminta perusahaan swasta besar (PBS), khususnya di sektor kehutanan, untuk mematuhi aturan dan tidak mengangkut lebih banyak tenaga. Hal ini disebabkan karena transportasi yang melebihi kapasitas yang mengakibatkan rusaknya jalan, yang justru mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami tidak melarang perusahaan menggunakan jalan yang dibangun. Yang terpenting mereka harus menghormati aturan pengangkutan maksimal 8 ton ke bawah,” katanya.
Sementara itu, Artaban, Ketua Komite IV DPRD Kalteng, meminta pengelolaan keberadaan TKA di negara, khususnya di Kabupaten Katingan dilakukan secara tepat dan optimal.
Untuk itu, kantor sumber daya manusia yang berkompeten harus mengetahui keberadaan tenaga kerja asing yang menjalankan tugasnya dan melapor secara berkala.
Diakuinya, kekuatan tenaga kerja asing memang ada di provinsi, namun bukan berarti daerah/kota lepas kendali. Hal ini dikarenakan setiap kabupaten/kota memiliki kantor yang membidangi masalah ketenagakerjaan, sehingga memudahkan untuk berkomunikasi dengan perusahaan lokal.
“Dinas Tenaga Kerja dan Imigrasi harus memiliki dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan mereka, dan lama tinggal mereka. Yah, itu tentu tergantung pada visa yang mereka miliki. Jika mereka tidak memiliki dokumen, mungkin masa kerja atau tempat tinggal mereka. telah kedaluwarsa, tetapi kami tidak tahu.” Www.lintasberita1.com#Tim#

