Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Achmad Rasyid, mengimbau pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk mewaspadai kondisi cuaca saat ini.

Hal ini mengingat musim kemarau yang masih berlangsung dan dampak buruk yang terjadi selama musim kemarau.

“Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dikatakan menjadi agenda tahunan di Kalimantan Tengah, sehingga pemerintah harus mewaspadai berbagai kemungkinan yang terjadi,” kata Ahmad Rasyid, Kamis (08/08/2024).

Achmad Rasyid juga menjelaskan bahwa saat ini beberapa daerah tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan, mulai dari skala kecil hingga besar.

Meskipun saat ini masih dalam skala kecil, namun tetap harus diwaspadai karena kekeringan akibat musim kemarau dapat mengakibatkan kejadian yang lebih besar.

Dalam hal ini, ia menegaskan bahwa yang perlu diperhatikan bukan hanya kesiapan sarana prasarana, tetapi juga kesiapan personel yang bertugas untuk pencegahan, bahkan di tingkat daerah, seperti desa atau kecamatan.

“Begitu terdeteksi kebakaran, bisa langsung ditangani dan dukungan pemeliharaan harus memadai agar aktivitas di lapangan tidak terganggu oleh hal-hal kecil,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebutkan risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau juga perlu diperhatikan mengingat kekeringan yang melanda lahan pertanian.

Hal ini karena produktivitas pertanian bisa terganggu atau berkurang akibat pasokan air yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhannya.

Ia menjelaskan, “Oleh karena itu, pemerintah melalui dinas teknisnya harus memperhatikan infrastruktur bak penampung air, irigasi, dan lain-lain yang sewaktu-waktu bisa dioperasikan untuk mendukung kegiatan pertanian.”

Politisi senior dari Partai Gerindra ini menegaskan, penyediaan air bersih pada musim kemarau menjadi salah satu prioritas utama yang harus menjadi fokus pemerintah.

“Pemerintah harus bisa mencari solusi atas permasalahan ini, karena ini akan membantu hasil pertanian di Kalimantan Tengah tetap produktif,” imbuhnya.

Ia meyakini, penyaluran air untuk pertanian dapat membantu kelompok tani agar berhasil panen dan mengurangi kerugian petani di daerah ini.

“Oleh karena itu, gagal panen tidak boleh terjadi, oleh karena itu, sektor pertanian perlu mendapat perhatian lebih. Produktivitas harus tetap terjaga karena ini terkait dengan ketahanan pangan,” pungkas Achmad Rasyid. *#TIM#* www.lintasberita1.com