Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah mengingatkan tentang potensi lonjakan harga bahan pokok.
Nafsiah menyebut, kenaikan harga bahan pokok dapat memberikan tekanan pada masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
Politisi dari Partai Golkar ini menekankan bahwa setiap tahun periode Nataru selalu ditandai dengan dinamika pasar, seperti peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok.
Kenaikan bahan pokok ini bisa menjadi ancaman serius bagi ekonomi masyarakat. Faktor-faktor seperti tingginya aktivitas sosial, kendala distribusi, dan potensi spekulasi pedagang menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Siti Nafsiah meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat di pasar tradisional, membentuk tim khusus pemantau harga, dan menindak tegas oknum pedagang yang menaikan harga berlebihan.
“Tentunya kita tidak ingin ada lonjakan harga karena bisa merugikan masyarakat,” ungkapnya, Senin (9/12/2024).
Dikatakan Nafsiah, koordinasi lintas instansi, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Dinas Perdagangan, Bulog, hingga pelaku usaha perdagangan sangat penting untuk dilakukan.
Selain itu, Siti Nafsiah juga mengusulkan sosialisasi informasi harga standar kepada pedagang, pembukaan posko pengaduan masyarakat, dan penyiapan cadangan bahan pokok.

