PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong agar rencana rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk formasi tenaga pendidik disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi kekurangan sekaligus memperbaiki ketimpangan distribusi guru, terutama di wilayah pelosok dan perdesaan.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah daerah masih cukup tinggi. Karena itu, apabila pemerintah pusat kembali membuka rekrutmen ASN, penetapan formasi diharapkan benar-benar berdasarkan peta kebutuhan masing-masing daerah.
“Kehadiran guru di daerah pelosok ini sangat mendesak. Jika rekrutmen ASN tenaga pendidik ini dibuka, kita berharap kuota yang diberikan mampu mencukupi kebutuhan guru di Kalteng,” ujar Sugiyarto di Palangka Raya, Selasa (18/8).
Menurutnya, minimnya tenaga pendidik masih menjadi persoalan yang berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah pedalaman. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian guru harus mengajar beberapa mata pelajaran sekaligus yang tidak selalu sesuai dengan latar belakang pendidikan atau kompetensinya.
Sugiyarto menyebut kondisi itu merupakan salah satu keluhan yang kerap disampaikan kepala sekolah di daerah terpencil. Kekurangan guru membuat tenaga pendidik harus mengajar lintas disiplin ilmu untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.
Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan guru tidak cukup hanya memperhitungkan jumlah tenaga pendidik. Aspek linieritas kompetensi juga harus menjadi perhatian, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang membutuhkan guru dengan keterampilan teknis tertentu.
“Sangat tidak masuk akal jika seorang guru dengan latar belakang tata boga kemudian dipaksa harus mengajar praktik mesin. Hal ini tidak mungkin terjadi jika pendistribusiannya tepat sasaran,” tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sugiyarto mendorong Dinas Pendidikan Kalteng segera melakukan pemetaan kebutuhan guru secara komprehensif melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pemetaan tersebut, kata dia, perlu mencakup rasio ketersediaan guru, kekurangan tenaga pendidik berdasarkan mata pelajaran, hingga kebutuhan guru produktif pada program keahlian di SMK.
Hasil validasi data itu selanjutnya diharapkan segera diusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai salah satu acuan dalam menentukan kebutuhan dan formasi ASN.
Sugiyarto berharap kebijakan rekrutmen ASN tidak sekadar berorientasi pada pemenuhan target kuota secara nasional, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan tenaga pendidik di daerah.
Dengan pemetaan yang akurat dan distribusi yang tepat sasaran, rekrutmen ASN diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan ketersediaan guru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah pelosok Kalteng. *#TIM#* www.lintasberita1.com

