Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Penguatan koordinasi antarinstansi dinilai menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan pengelolaan pajak alat berat di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, menyebutkan persoalan tersebut tidak dapat ditangani secara parsial hanya oleh satu lembaga.

“Pengelolaan pajak alat berat harus dilaksanakan bersama, bukan hanya oleh Bapenda,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, sektor terkait yang bersentuhan langsung dengan penggunaan alat berat seperti perkebunan, ESDM, kehutanan, dan pekerjaan umum harus terlibat aktif agar pengawasan berlangsung efektif dan tidak menimbulkan celah kebocoran.

“Potensi kebocoran terjadi jika alat berat beroperasi di Kalteng, tetapi pajaknya justru dibayarkan di daerah lain,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi aturan untuk mencegah munculnya praktik pungutan liar (pungli) di lapangan. Karena itu, regulasi yang tegas perlu disiapkan sebelum izin penggunaan alat berat diterbitkan.

“Tanpa aturan jelas, risiko penyimpangan dan pungli akan semakin besar,” tegasnya.

Purdiono menjelaskan, regulasi yang matang tidak hanya memberikan kepastian bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi pedoman bagi aparat pemerintah daerah dalam menjalankan kewenangan secara tepat.

“Regulasi yang matang memberi pedoman agar setiap pihak memahami kewajiban dan batasannya,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa pajak alat berat sebelumnya pernah menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum dibatalkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi, sehingga perlu dirumuskan kebijakan baru yang lebih kuat dan terkoordinasi.

“Dulu pajak alat berat pernah jadi sumber PAD, tetapi kemudian diputuskan tidak berlaku oleh MK,” jelasnya.

Dengan demikian, ia mendorong pemerintah daerah menyiapkan sistem terintegrasi yang melibatkan seluruh instansi agar pajak alat berat kembali mampu menopang PAD tanpa menimbulkan persoalan hukum maupun teknis.

“Kalau dikelola dengan sistem terintegrasi dan melibatkan semua instansi, pajak alat berat bisa menjadi salah satu penopang PAD di masa mendatang,” tutupnya. *#TIM#* www.lintasberita1com