Pada kegiatan tersebut, menghadirkan berbagai pembicara yang expert di bidang masing-masing, yaitu dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, BAPPENAS, PT. Sarana Multi Infrastruktur, PT. Sucofindo, EDC Forum indonesia, Perwakilan Kedutaan UK, Perwakilan Kedutaan Australia, dan Praktisi Komunikasi Wahyu Wiwoho.
DPMPTSP Prov. Kalteng yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal, Eka Mulyaningrum dan tim marketing proyek, selain mengikuti capacity building juga menyampaikan paparan tentang Invesment Project Ready to Offer (IPRO) di Kalimantan Tengah yaitu budidaya udang vaname di Sukamara dan smelter sponge iron di Kotawaringin Barat yang diikutkan dalam agenda temu bisnis.
“Melalui kegiatan ini diharapkan kemampuan SDM (hard skill and soft skill) untuk mempromosikan proyek potensial dapat meningkat, serta terjalin diskusi dengan calon investor guna menarik minat untuk berinvestasi di Kalimantan Tengah khususnya,” tutup Eka.
Sebagai Informasi, dalam satu rangkaian kegiatan, Bank Indonesia juga memfasiltasi kegiatan temu bisnis dengan calon investor. Eka dan tim marketing proyek terdiri dari DPMPTSP Prov. Kalteng, DPMPTSP Kab. Sukamara, DPMPTSP dan DPKP Kota Palangka Raya serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalteng melakukan promosi proyek potensial ready to offer langsung dengan calon investor dalam sesi Borneo Investment Dialogue.


