Banjarbaru – www.lintasberita1.com -, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan program Pembelajaran dan Adopsi untuk meningkatkan kualitas urusan PPPA dan PPKB di Kantor. Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan. Acara berlangsung di Aula DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru, Rabu (15/11/2023).

Pada kesempatan tersebut rombongan diterima oleh Mudriansyah, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Suharto PS, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga, dan M. Pandu Aksana, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak. Turut bergabung pula JFT dan JFU dari Dinas P3AKB Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Suryanto yang mewakili Kepala DP3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah menekankan bahwa kunjungan ini merupakan langkah penting untuk memberikan kontribusi yang berharga bagi kemajuan kinerja terkait PPPA dan PPKB di provinsi tersebut.

Selain itu, tujuan kunjungan ini antara lain mengkaji rencana penurunan angka perkawinan anak, penurunan angka stunting, implementasi Strategi Implementasi Desa DRRPA di Provinsi Kalimantan Selatan, pemberdayaan kewirausahaan perempuan di industri rumah tangga dan UMKM perempuan, mewujudkan ramah anak. provinsi yang seluruhnya dilaksanakan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pendidikan di Provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu juga akan ada kunjungan ke Industri Rumah Tangga UMKM Wanita Provinsi Kalimantan Selatan/DEKRANASDA Banjarbaru,” jelasnya.

Saat menyampaikan sambutannya, Mudriansyah, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas P3AKB Provinsi Kalimantan Selatan, menyampaikan sambutan hangat atas kunjungan yang dilakukan DP3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah. Ia juga mengungkapkan, terjadi penurunan prevalensi stunting di Kalimantan Selatan pada tahun 2018 hingga 2022 dengan angka sebesar 33,1% (2018), 31,75% (2019), 30% (2021), dan 24,6% (2022). Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan intervensi yang bertujuan mengurangi stunting.

Ditambahkannya, salah satu strategi yang diterapkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan dalam implementasinya adalah Strategi Penta Helix. Strategi ini melibatkan pola kemitraan dengan pemerintah, media, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Entitas-entitas ini berkolaborasi dan berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama.

Turut mendampingi rombongan Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah juga pemangku kepentingan terkait antara lain perwakilan Kementerian Agama Kalteng, Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi, dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng. *#TIM#* www.lintasberita1.com