Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan permasalahan yang sudah berlangsung lama di masyarakat, ibarat gunung es yang tersembunyi. Meskipun hanya sejumlah kecil kasus kekerasan yang dilaporkan, masih banyak kasus yang tidak dilaporkan.
Ia menutupnya dengan menyampaikan harapannya agar organisasi dan lembaga pendidikan kedepannya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mendeteksi kasus kekerasan sejak dini, serta memiliki kepekaan, pemahaman, dan keterampilan awal dalam mendampingi korban kekerasan. Hal ini akan menjamin maksimalnya pelayanan terhadap perempuan dan anak korban.
Pelatihan tersebut diikuti oleh peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Tengah, perwakilan dari beberapa SMA sederajat, serta anggota Forum Anak Daerah dan GenRE (GENERA perencanaan). *#TIM#* www.lintasberita1.com

