Dalam kesempatan yang sama, Ainun Yetty, Kepala Bagian Akuntansi RSDDS, menyebutkan permasalahan yang umum terjadi di lapangan antara lain ketidakakuratan pencatatan dan pendataan, pemeliharaan aset yang di bawah standar, dan penatausahaan BMD yang kurang optimal.

Dijelaskannya, pengelolaan aset BMD RSDDS yang bersumber dari pengadaan APBD dan BLUD merupakan hal yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena aset BMD setiap tahunnya semakin meningkat dan jika tidak dicatat dengan baik maka data yang diperoleh akan menjadi tidak akurat.

Ia menyimpulkan, aplikasi SIMARS bertujuan untuk mencatat pengelolaan data secara digital, menggunakan sistem barcode (QR) yang memudahkan pencarian aset dan informasi terkait sehingga memudahkan pelacakannya. *#TIM#* www.lintasberita1.com