Darliansjah juga mengungkapkan, Pemprov Kalteng memiliki program prioritas utama yakni pembangunan kawasan budidaya udang kekinian (disebut juga perkebunan udang) di Desa Sungai Raja, Kabupaten Sukamara. Program seluas 40,17 hektar ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan zero waste dan berkelanjutan.
“Saat ini tambak udang Kalteng BERKAH sedang dalam tahap konstruksi, uji kelistrikan dan finishing. Setelah tahap uji coba ini selesai, kami akan segera mulai mendistribusikan benur udang Baname.” Oleh karena itu, untuk menunjang keberhasilan produksi diperlukan teknologi sistem monitoring otomatis. Hal ini diperlukan untuk pertumbuhan udang putih, kualitas air tambak dan pakan,” kata Darliansjah.
Lebih lanjut Darliansjah menjelaskan, untuk membantu para nelayan dan pelaku usaha yang berminat berinvestasi di Kalimantan Tengah, akan dilakukan upgrade pada aplikasi yang sudah ada bernama Geoportal Laut Berkah. Peningkatan ini akan memungkinkan aplikasi memberikan informasi yang tepat mengenai zona penangkapan ikan dan peta tata ruang laut, serta sistem permohonan pertimbangan teknis KKPRL yang lebih interaktif dan online.
“Melalui PKS antar provinsi Dirtokan.” “FITB ITB dan Kalimantan Tengah diharapkan mampu mengembangkan potensi kelautan dan perikanan Kalimantan Tengah dengan bantuan sistem digital yang akan dikembangkan,” kata Darliansjah.

