Ia menjelaskan, lima balita berisiko stunting tersebut masing-masing didampingi oleh satu orang kader selama empat bulan. Tugas kader antara lain membuat dan memberikan berbagai makanan tambahan untuk balita serta memantau pertambahan berat badannya setiap bulan.
Selain itu, Lisdayanti, Ketua DWP Dislut Prov. Kalimantan Tengah yang ikut memantau perkembangan kelima anak kecil tersebut menyatakan, tujuan pemantauan ketiga ini adalah untuk menilai perkembangan anak asuh yang dilakukan para relawan, khususnya dari segi pertambahan berat badannya. Pemantauan ini juga bertujuan untuk melacak makanan sehari-hari yang diberikan kepada balita dan mengidentifikasi kemungkinan penyebab buruknya nafsu makan atau penyakit mereka.
Lisdayanti berpesan kepada para kader untuk mendokumentasikan kegiatan pendampingan dengan menggunakan foto dan laporan KMS (Kartu Sehat), serta diserahkan ke DWP Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah, Puskesmas, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan.
Sementara itu, Kepala Dislutkan Provinsi Kalteng Darliansjah saat ditemui terpisah menyatakan, asupan pangan yang tidak mencukupi dinilai menjadi faktor utama penyebab terhambatnya pertumbuhan anak sehingga berdampak pada tumbuh kembangnya secara keseluruhan.


