“Pendidikan adalah kunci masa depan. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada hanya karena tergoda hal-hal yang merusak,” pesannya.

Selain meninjau pembelajaran, Kadisdik juga menyempatkan diri untuk berkeliling sekolah, melihat langsung fasilitas ruang kelas, ruang tata usaha, kantin, hingga kebun hidroponik yang dikelola siswa. Ia meminta pengelola kantin agar menjaga kebersihan dan menyajikan makanan bergizi.

Pihak sekolah turut memanfaatkan kunjungan ini untuk menyampaikan sejumlah usulan, seperti penambahan AC di ruang kelas serta penempatan tenaga kesehatan untuk mendukung layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Program pembelajaran hybrid ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Gubernur H. Agustiar Sabran dalam mewujudkan pendidikan merata dan berkualitas. Selain hybrid learning, Pemprov juga telah mendistribusikan TV interaktif dan papan tulis digital ke berbagai sekolah sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi pendidikan.

“Kita ingin pendidikan di Kalteng tidak tertinggal. Dengan digitalisasi, siswa punya kesempatan lebih luas untuk belajar dan berkembang menjadi generasi unggul,” tegas Reza.

Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemprov Kalteng dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, modern, dan merata hingga ke pelosok daerah. *#TIM#* www.lintasberita1.com