Ia menegaskan bahwa kesempatan menjadi taruna terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa melihat latar belakang keluarga.

“Yang menjadi taruna tidak harus anak pejabat, anak petani juga bisa menjadi seorang taruna. Pendidikan adalah jalan untuk bangkit dari kebodohan, bangkit dari kemiskinan, dan bangkit dari keterbatasan. Seperti yang selalu disampaikan Bapak Gubernur, pendidikan adalah kunci,” tegasnya.

Reza menyampaikan bahwa Kodam XXII/Tambun Bungai berkomitmen mendukung pembinaan generasi muda Kalimantan Tengah. Melalui jajaran Kodim dan Babinsa, para siswa dapat memperoleh pendampingan, konsultasi, hingga pelatihan fisik sebagai persiapan menghadapi seleksi TNI.

Selain itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2026 juga akan melaksanakan Asesmen Minat dan Bakat bagi siswa kelas XI yang akan melanjutkan ke kelas XII. Program tersebut bekerja sama dengan Assessment Center Kementerian Pertahanan untuk memetakan potensi, minat, dan bakat peserta didik sejak dini, termasuk bagi siswa yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI.

“Melalui asesmen ini kita ingin mengetahui passion setiap siswa. Jika mereka bercita-cita menjadi taruna atau anggota TNI, maka potensinya sudah dapat dipetakan sejak usia sekolah sehingga mereka tinggal mempersiapkan kompetensi yang diperlukan,” jelasnya.