Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) menggelar Acara Ramah Tamah dan Halal Bihalal Keluarga Besar Disdik Kalteng di Aula Berkah Disdik Kalteng, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi capaian kinerja tahun 2025 sekaligus ajang konsolidasi menghadapi tantangan pendidikan tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh jajaran sepanjang 2025 dan menekankan pentingnya evaluasi serta ruang diskusi yang terbuka.

“Saya ingin ada forum diskusi. Kita saling menyampaikan pendapat dan masukan. Karena kita adalah pejuang pendidikan,” tegas Reza.

Ia menilai dunia pendidikan penuh tantangan, mulai dari kondisi geografis Kalimantan Tengah hingga tuntutan untuk terus berinovasi. Menurutnya, keberanian berinovasi menjadi kunci kemajuan pendidikan.

“Ke pelosok penuh risiko. Tapi justru inovasi yang membuat pendidikan kita maju. Jangan pernah takut selama kita berada di jalan yang benar,” ujarnya.

Reza juga berbagi pengalaman pribadinya saat mengalami kecelakaan pada 2018 sebagai pengingat bahwa pengabdian di dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi pendidikan lima sampai sepuluh tahun ke depan. Pekerjaan kita di Disdik bukan pekerjaan biasa, tapi luar biasa,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Gubernur Kalimantan Tengah memberi perhatian besar terhadap pendidikan dengan menjadikannya sektor dengan alokasi anggaran terbesar di provinsi tersebut. Meski demikian, Reza mengingatkan bahwa tahun 2026 akan penuh tantangan, terutama akibat penurunan transfer daerah dan keterbatasan anggaran. Karena itu, pengelolaan perjalanan dinas akan dipusatkan di sekretariat guna menjaga pemerataan dan transparansi.

Reza juga mengingatkan pentingnya kekompakan internal serta menghindari tindakan yang dapat merusak citra institusi.

“Evaluasi kekurangan tahun 2025 harus menjadi dasar perbaikan di 2026 agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penguatan budaya kerja, ia juga mengusulkan digelarnya lomba kebersihan dan keindahan di setiap bidang dan ruangan sepanjang 2026.

Dalam kesempatan itu, Reza memaparkan capaian positif dunia pendidikan Kalteng. Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepuasan pendidikan SMA/SMK di Kalimantan Tengah mencapai 97,8 persen. Saat ini Disdik Kalteng membina lebih dari 99 ribu siswa dengan sekitar 10 ribu guru, meski masih kekurangan sekitar 1.500 guru terutama di wilayah pedesaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdik Kalteng mendorong ekosistem pembelajaran 70 persen digital dan 30 persen konvensional melalui pemanfaatan papan tulis digital dan TV interaktif.

“Guru di kota bisa mengajar siswa di pelosok lewat papan tulis interaktif. Ini solusi konkret atas keterbatasan guru,” jelas Reza.

Sejak 2024, Disdik Kalteng telah mendistribusikan sekitar 1.000 papan tulis digital, dilanjutkan lebih dari 3.000 unit pada 2025, lengkap dengan panel surya dan Starlink.

Fokus utama tahun 2026 adalah penguatan digitalisasi pembelajaran. Selain itu, program kelas bahasa asing diperluas. Jika sebelumnya mencakup Bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Arab, dan Prancis, kini ditambah Bahasa Mandarin, Korea, dan Portugis.

Program PKDS Berkah, asesmen minat dan bakat, tryout UTBK, AN, hingga TKA/UN juga terus dipersiapkan, termasuk penyusunan modul pembelajaran interaktif.

Pengawas Sekolah, Rudy, mengapresiasi kemajuan Disdik Kalteng. “Dibandingkan tahun lalu, Dinas Pendidikan sekarang sudah jauh lebih canggih. Harapannya yang sudah baik bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Menutup sambutannya, Reza mengajak seluruh jajaran untuk terus berkolaborasi dan berani melakukan terobosan.

“Kalau bisa, provinsi lain mencontoh Kalimantan Tengah, bukan sebaliknya. Jangan takut berbuat baik, karena kebaikan itu pasti kembali pada kita,” tutupnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com