Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) untuk 37.000 siswa, Kuliah gratis untuk 10.000 mahasiswa, Asesmen Minat dan Bakat, Tracer Study lulusan, Try Out UTBK gratis, Kelas Huma Betang sebagai wadah pembentukan karakter siswa.

“Kami berharap kerja sama dengan SFI bisa melahirkan program-program konkret antara Kalteng dan Finlandia untuk peningkatan kualitas pendidikan,” tambah Reza.

Sementara itu, Devi Rizal memaparkan prinsip-prinsip pendidikan Finlandia yang telah lama dikenal unggul di dunia, mulai dari pendekatan pembelajaran yang menekankan kenyamanan dan efektivitas, hingga durasi sekolah yang lebih singkat namun efisien.

“Pendidikan Finlandia menitikberatkan kualitas, bukan kuantitas. Sekolah dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 13.00, tapi hasilnya sangat optimal. Fokusnya adalah membuat siswa nyaman saat belajar,” jelas Devi.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini 30 universitas di Finlandia telah menjalin kerja sama dengan SFI, dan menyampaikan apresiasi atas pencapaian pendidikan di Kalimantan Tengah.

“Saya tidak menyangka bahwa program-program di Kalteng sudah sejauh ini. Inovasinya sangat konkret dan dijalankan dengan baik. Ini luar biasa,” tutupnya.

Webinar ini menjadi tonggak penting dalam membuka peluang kolaborasi internasional yang diharapkan mampu memperkuat sistem pendidikan di Kalimantan Tengah. Kolaborasi antara Disdik Kalteng dan SFI dipandang sebagai langkah maju untuk mewujudkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan kompetitif di level global. *#TIM#* www.lintasberita1.com