“Pak Gubernur sangat konsisten dalam mencetak generasi unggul, cerdas, dan berkarakter. Tujuannya jelas: anak-anak Kalteng harus mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Salah satu program unggulan yang sedang dijalankan adalah “Satu Keluarga Satu Sarjana”, yang disebut Reza sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia Kalteng.
“Dampaknya baru akan terasa 10–15 tahun ke depan, namun program ini harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.
Reza juga memaparkan capaian 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur, khususnya dalam bidang digitalisasi pendidikan. Disdik Kalteng disebut telah merealisasikan digitalisasi pembelajaran di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.
“Kami telah mendistribusikan TV interaktif, papan tulis digital, panel surya, dan koneksi internet berbasis Starlink. Guru di Palangka Raya sekarang bisa mengajar hybrid ke kabupaten lain,” jelasnya.
Inovasi ini, lanjut Reza, mampu memangkas kesenjangan pendidikan antara wilayah kota dan desa. Dengan teknologi tersebut, proses belajar-mengajar menjadi lebih interaktif, setara, dan inklusif.
“Kini guru tidak perlu lagi menulis dengan kapur. Semua serba digital. Pembelajaran menjadi lebih hidup dan merata,” imbuhnya.
Ia menutup dengan menyampaikan optimisme bahwa dengan meningkatnya alokasi APBD, pemerataan pendidikan tidak hanya menyasar tingkat SMA/SMK/SKh, tetapi juga akan diperluas ke jenjang SD dan SMP.

