“Anak-anak harus diajak untuk melihat pertanian bukan sebagai beban, tapi sebagai peluang. Kita dorong kolaborasi dengan dinas teknis agar siswa mendapat pengalaman nyata di lapangan,” tambahnya.

Kegiatan tanam padi serentak ini dibuka secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan nasional dan pemerataan hasil pembangunan.

“Kekayaan dan hasil pembangunan harus dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Senada dengan itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kerja keras para petani Indonesia yang bahkan kini menjadi rujukan negara lain, seperti Malaysia dan Jepang, dalam mengelola sektor pangan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran dalam sambutannya menyampaikan bahwa program tanam padi di Kalteng telah mencapai 23.000 hektar, dari target nasional 45.000 hektar, dengan ambisi mendorong capaian hingga 100.000 hektar pada 2025.

“Bertani adalah profesi yang mulia dan strategis. Kita harus bangga menjadi bagian dari gerakan pangan nasional,” ujar Gubernur, mengajak generasi muda untuk aktif di sektor pertanian.

Berdasarkan data Asem KSA-BPS Kalimantan Tengah, produksi padi pada Januari–Mei 2025 diperkirakan mencapai 130.305 ton Gabah Kering Giling (GKG), senilai lebih dari Rp846 miliar. Setelah dikonversi, hasilnya diperkirakan menjadi 77.401 ton beras, senilai sekitar Rp967 miliar.