Ia menambahkan, total ada 40 perusahaan di Kalteng yang dijadikan sumber data dasar perhitungan dan penentuan harga. Namun, hanya 18 perusahaan yang aktif menyampaikan data ke tim provinsi. Ia berharap semua perusahaan mau menyampaikan datanya.

Berdasarkan hasil penetapan harga TBS bulan Desember 2023, harga minyak sawit (CPO) Kalteng turun menjadi Rp10.878,64 per Kg + PPN dari harga sebelumnya Rp11.107,09. Begitu pula dengan harga inti sawit (PK) yang turun menjadi Rp5.214,32 dari harga sebelumnya Rp5.234,65 pada November 2023 dengan indeks “K” sebesar 88,96%.

Berdasarkan diskusi dan perundingan, harga TBS sawit yang diproduksi pekebun di Kalimantan Tengah pada bulan Desember 2023 adalah sebagai berikut: Rp 1.723,70 untuk sawit umur tiga tahun, Rp 1.884,34 untuk sawit umur empat tahun, Rp 2.036,11 untuk sawit umur lima tahun. sawit berumur satu tahun, dan Rp 2.095,37 untuk sawit berumur enam tahun. Selain itu, harganya Rp2.136,24 untuk sawit umur tujuh tahun, Rp2.233,83 untuk sawit umur delapan tahun, Rp2.292,59 untuk sawit umur sembilan tahun, dan Rp2.357,17 untuk sawit umur 10-20 tahun.

Penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit yang dihasilkan oleh pekebun tersebut berlaku mulai tanggal 1 Desember sampai dengan 31 Desember 2023. Pada tahun 2024, pelaksanaan penetapan harga TBS akan dilakukan dalam dua periode yaitu Rapat Penetapan Indeks “K” dan Periode I. Penetapan Harga TBS pada tanggal 18 Januari 2024 dan Rapat Penetapan Harga Periode II pada tanggal 5 Februari 2024.